
THE ORIGIN OF ASTAMA
Sejarah Eksistensi Universitas Terbuka di Hongkong dan Terbentuknya Astama Uthk
#2011
Universitas Terbuka masuk ke Hong Kong pada tahun 2011, animo Pekerja Migran Indonesia yang menempuh pendidikan tinggi di Universitas Terbuka Hong Kong cukup baik, terlebih karena adanya pilihan dalam sistem pembelajaran yaitu Sipas (sistem paket) dan Non Sipas (bukan sistem paket).
Para mahasiswa Universitas Terbuka Hong Kong Non Sipas yang kemudian lebih dikenal sebagai Mahasiswa UTHK Non Sipas Mandiri lebih mudah dikenali karena kemandirian mereka dalam segala hal, terutama dalam mengakses sistem pembelajaran secara mandiri dan dalam bersosialisasi serta mensosialisasikan UT di Hong Kong.
#2015
Pembelajaran yang pada mulanya baik baik saja dan lancar, di tahun 2015.2 mulai terdapat kendala manakala keluar surat edaran dari UT Layanan Luar Negeri, di mana dalam edaran tersebut menyatakan bahwa semua mahasiswa UT HK (tanpa kecuali) harus masuk Pokjar yang disupervisi oleh UT dan KJRI HK.
Permasalahan yang terjadi adalah semua mahasiswa UTHK Non Sipas tidak mau masuk Pokjar dikarenakan adanya pungutan biaya layanan dalam jumlah yang fantastis di luar biaya UKT yang sudah ditetapkan oleh UT.
Mahasiswa UT HK Non Sipas Mandiri lebih memilih layanan Non Sipas (yang awalnya bukan menjadi bagian dari layanan pokjar karena Pokjar hanya melayani mahasiswa sipas saja) dikarenakan lebih fleksibel, di mana mahasiswa bebas memilih mata kuliah sesuai yang diinginkan dan bisa disesuaikan pula dengan kemampuan finansial mereka).
Edaran yang muncul menimbulkan perdebatan yang tidak pernah selesai hingga diperlukan adanya mediasi. Berkali-kali para mahasiswa UTHK Non Sipas Mandiri melakukan mediasi dengan UT Layanan Luar Negeri dan KJRI HK tetapi tidak pernah menemukan titik terang.
#2016
Hingga pada bulan Agustus tahun 2016, dibuatlah surat terbuka untuk presiden oleh para mahasiswa UTHK Non Sipas Mandiri karena mereka dipaksa masuk Pokjar dengan dibebankan biaya sebesar $500 setiap semester atau tidak bisa melanjutkan kuliah dikarenakan akses registrasi mandiri sudah diblokir dan tidak bisa diakses kecuali oleh Pokjar.
Pemaksaan masuk Pokjar ini terus berlanjut dari tahun ke tahun.
#2017
Pada bulan Juli 2017 dibuatlah sebuah nota kesepakatan antara Mahasiswa UTHK non Sipas Mandiri dengan Pokjar disaksikan oleh Konsul Pensosbud KJRI HK, dimana isi dari nota kesepakatan tersebut adalah bahwa para mahasiswa UTHK Non Sipas Mandiri tetap diperkenankan melanjutkan kuliah tanpa harus masuk menjadi anggota Pokjar, tetapi registrasi tetap dilakukan melalui Pokjar dengan biaya sebesar $500 tiap semester.
Mereka terpaksa menyetujui kesepakatan ini karena tidak ada pilihan lain yang lebih baik. Tetapi pada kenyataannya, para mahasiswa UTHK Non Sipas Mandiri tetap dipersulit untuk melanjutkan kuliah meski telah menyetujui kesepakatan.
Namun, pada akhirnya mereka menyerah dan pending kuliah hingga bertahun tahun lamanya.
#2023
Diakhir tahun 2023, muncul gerakan yang dipelopori oleh Anita Zahra dkk. untuk memperjuangkan kembali hak-hak mahasiswa dan kebebasan mahasiswa dalam memilih layanan, serta menolak adanya politisasi pendidikan yang cenderung mengarah pada pungli di dalam UTHK.
Hampir seratusan mahasiswa yang tergabung dalam Asosiasi Mahasiswa UT Hongkong Yang Menuntut Kebebasan Memilih melayangkan Surat Tuntutan dan Tanggapan Surat Direktur UTLLN, di mana di antaranya menuntut pembubaran pokjar yang sarat pungli dan kesewenangan dalam menentukan biaya administrasi; memberikan hak mahasiswa memilih layanan.
Dibantu oleh para senior dan alumni UT baik dalam negeri dan luar negeri, perjuangan yang sangat sukar ini akhirnya membuahkan hasil, yakni diputuskannya Kontrak Kerja Sama antara UT Layanan Luar Negeri dengan Pokjar Hongkong pada tanggal 4 Januari 2024, dan secara resmi mahasiswa UTHK dapat mengakses layanan UT secara mandiri dan membayar UKT sesuai yang tertera pada billing tagihan, yakni antara 1,3 juta sampai 2,5 juta (tergantung jurusan dan jumlah SKS yang diambil)
Bersamaan dengan itu Asosiasi Mahasiswa Menuntut Kebebasan Memilih berubah menjadi Asosiasi Mahasiswa Mandiri UT Hong Kong Asosiasi Tonggak Mahasiswa (ASTAMA)
Visi misi ASTAMA yang sejalan dengan perjuangan para pendahulunya yaitu Mahasiswa UTHK Non Sipas Mandiri membuat para mahasiswa bisa belajar dengan tenang tanpa pungli dan intimidasi.
Hidup Perjuangan….!!!!!!
